Awal tahun 2015,
Okezone kedatangan produk
review
dari generasi ponsel kelas menengah Sony yang dilabelkan dengan nama
seri Xperia M2 Aqua. Meski masuk dalam keluarga ponsel di kelas
middle-end tidak lantas Aqua ini hanya memiliki fitur standar seperti ponsel di kelasnya.
Seperti halnya pada seri di kelas pemium lainnya, kali ini juga Sony menempatkan fitur
waterproofing pada
Xperia M2 Aqua. Hal tersebut dibuktikan Sony bahwa seri ini mendapatkan
sertifikasi IP68 dari badan elektronik dunia bahwa M2 Aqua memilki
ketahanan terhadap air dan debu.
Xperia M2 Aqua bisa dibilang sebagai produk andalan Sony dalam hal
persaingannya oleh produsen ponsel China, terutama untuk produk di kelas
menengah. Hal tersebut jelas terlihat dari tawaran harga yang
dibanderol Sony sekira Rp3,5 jutaan.
Namun demikian, ponsel menengah dengan fitur ketahanan air dan debu
yang tersertifikasi ini, terasa sangat kaku dalam hal tampilan fisik.
Berikut akan
Okezone kutipkan hasil dari ulik yang dilakukan.
Omni Balance
Perihal desain yang diadopsi oleh Sony untuk Xperia M2 Aqua ini
adalah fitur desain yang memiliki nama omni balance. Desain ini pertama
kali diperkenalkan saat Sony menghadirkan generasi pertama Xperia Z,
diperuntukan untuk ponsel yang membawa OS Android Jelly Bean.
Tampilan ciri khas dari mono balance sendiri, selain terletak dari
segi warna yang selalu hadir dengan warna dominasi hitam. Lainnya adalah
lampu notifikasi yang hadir dalam bentuk garis di bawah layar, lampu
ini bekerja sebagai adanya pemberitahuan masuk.
Tampilan yang disajikannya terlihat elegan, namun sayangnya masih
terasa kaku. Hal tersebut jelas terlihat dari desainnya yang terlihat
kotak, tampilan yang hampir semuanya diadopsi oleh jajaran keluarga seri
Xperia Z. Desain ujung bodi dibuat dengan bentuk sudut yang menumpul,
serta desain sisi bodi yang juga dibuat landai. Desain landai ini memang
cukup nyaman untuk gengaman satu tangan, ditambah ketebalannya yang
tidak berlebih, sehingga terasa lebih ergonomis.
Pada bagian sisi kanan bodi diletakkan tombol power, sejajar dengan
tombol volume (+/-) yang juga ada tombol shutter untuk langsung
mengaktifkan kamera meski kondisi ponsel dalam modus logscreen/ standby.
Setiap bagian lubang ditutup dengan penutup karet yang rapat, seperti
halnya slot Micro SD, serta slot untuk SIM Card yang ada.
IP68 Certificate
Sertifikasi IP68 dikeluarkan langsung oleh badan elektronik dunia
International Electrotechnical Commission (IEC), mengartikan bawa sebuah
perangkat ini telah ditandai secara internasional dan diakui bahwa
mampu bertahan dari debu dan air.
Memang biasanya Sony menerapkan daya tahan yang tersertifikasi hanya
untuk produk di kelas premium saja. Dan Xperia M2 Aqua adalah produk
pertama yang hadir di kelas menengah, mampu memiliki ketahanan dari debu
dan air. Dalam label sertifikasi diinformasikan bahwa perangkat IP68
hadir dengan daya tahan untuk digunakan di kedalaman air 1 hingga 2
meter, selama 1 jam.
Screen
Pada bagian layar, Sony menggunakan dimensi layar 4,8 inci dengan
panel LCD jenis IPS. Mendukung resolusi layar qHD (960x540 piksel).
Memang tidak bisa dibilang buruk, namun sayangnya dari seri ponsel lain
di bawah harga yang di tawarkan Xperia M2 Aqua sudah menawarkan dukungan
720p. Seperti halnya pada seri Asus Zenfone 5, dengan harga dibawah
kiraan RP 3 juta memiliki resolusi lebih tinggi dari M2 Aqua.
Namun, kelemahan itu dibayar Sony dengan menempatkan panel LCD jenis
IPS di dalamnya. Panel mampu memberikan transisi warna tanpa gradasi di
sudut pandang yang berbeda-beda. Tampilan kualitas warna tidak menurun,
meski pengguna melihatnya dari sisi samping layar/ sudut 170 derajat
sekalipun.
Userinterface/ UI
Sony mengandalkan sistem operasi Android 4.4 KitKat dengan antarmuka
kustom kembangannya sendiri. Meski tidak memiliki nama antarmuka khusus,
namun dari sisi tampilan desain yang diberikannya terlihat lebih
atraktif dan userfriendly.
Tampilan antarmuka yang terlihat bersih dan mudah untuk diakses,
karena tampilan menghadirkan sistem swipe dari tepi bodi untuk
memudahkannya mengorganisir aplikasi. Setiap aplikasi yang ada dapat di
manajemen, baik diurutkan berdasarkan nama, waktu instal, sering
digunakan maupun aplikasi bawaan langsung.
Namun demikian, yang cukup menarik adalah pada fitur kunci layar yang
dibuat lebih mudah. Pengguna bisa membuka mode logscreen untuk langsung
mengakses aplikasi tertentu. Hal ini juga termasuk pada tampilan
pemberitahuan yang berada di atas layar, di dalamnya pengguna bisa
melakukan organisir pemberitahuan masuk maupun menu ‘Quick Setting’.
Kamera
Seperti pada jajaran smartphone Sony di generasi Xperia lainnya,
pengguna juga akan mendapatkan banyak mode yang menyenangkan pada fitur
kamera. Namun sayangnya, kualitas gambar masih terbilang standar, karena
hasil diberikan masih menampakkan banyak noise.
Dalam keadaan default, M2 Aqua menggunakan modus ‘otomatis superior’
yang akan aktif secara otomatis. Meski sebenarnya, pengguna bisa juga
mengaktifkan mode lain di dalam kamera, seperti halnya Manual, Efek AR,
Efek Gambar, Timeshift burst, Social Live, Panorama dan Perbaikan.
Selain mode/ fitur standar bawaan kamera langsung, Sony juga
memberikan keluasan bagi pengguna untuk bisa menambah fitur lainnya ke
dalam kamera melalui akses langsung ke aplikasi (tombol virtual di pojok
kanan layar). Aplikasi tambahan yang bisa didapatkan tersebut juga bisa
langsung diakses dari menu ‘Sony Select’.
Sony Xperia M2 Aqua hadir dengan resolusi sensor kamera sebesar 8MP,
hadir dalam tampilan pilihan rasio (16:9 dan 4:3). Nilai aperture yang
dimilikinya adalah sebesar F/2.4 tidak cukup memiliki kontras tinggi,
namun pengguna bisa memanfaatkan fitur LED Flash untuk penambahan cahaya
saat pengambilan gambar.
Selain itu juga, sistem pengambilan gambar/ shutter terasa lebih
lambat jika dibandingkan dengan seri premium atau jajaran Xperia Z
lainnya. Meskipun untuk mendapatkan/ mengaktifkan kamera langsung
pengguna bisa mengaksesnya dari tombol shutter yang ada. Sehingga
memungkinkan untuk tidak lagi melakukan proses panjang untuk sekedar
mengaktifkan kamera.
Performance
Xperia M2 Aqua dibekali dengan prosesor Quad Core Snapdragon 400,
memiliki kecepatan 1,2GHz. Selain itu juga ada dukungan dari memori RAM
sebesar 1GB, difungsikan untuk membantu sistem cepat mengolah instruksi
program yang diakses pengguna.
Dalam ujicoba yang Okezone lakukan untuk menilai hasil benchmark dari
aplikasi Antutu, M2 Aqua tercatat hanya memiliki skor sebesar 18.960,
nilai ini diinformasikan masih berada di bawah dari pesaingnya yaitu
Xiaomi Redmi Mi2 meski beberapa penilaian lain M2 Aqua sedikit lebih
unggul.
Untuk sekedar memainkan game jenis HD, Xperia M2 masih mampu
menampilkannya dengan baik. Hanya saja, beberapa tampilan skeman kurang
begitu memberikan gambar yang nyaman. Masih ada sedikit gradasi yang
terasa ketika bermain game HD, Armored Car.
Selain itu juga, memori penyimpanan yang tercatat dalam ponsel adalah
sebesar 5GB (tercatat dalam sistem info). Namun demikian, pengguna
hanya bisa menggunakan kapasitas memori sebesar 3,13GB, karena
selebihnya sudah terpakai oleh sistem.
Kelebihan
- ¬Mampu digunakan untuk komunikasi saat hujan
- Kamera foto di dalam kolam renang
- Tidak memerlukan lapisan pelindung layar lagi
- Akses kamera yang cepat
- Harga yang terjangkau dengan fitur tahan air dan debu
Kekurangan
- Tampilan ponsel yang terlihat kaku
- Layar yang kurang cerah dan sedikit bernoda
- Kurang respontif saat digunakan dalam keadaan basah
- Hasil foto yang masih terasa noise yang cukup besar
Sumber